Selasa, 16 November 2010


Sekuntum mawar merah

kan kupersembahkan untukmu

dari lubuk hatiku yang paling terdalam

hingga kau kan berkata

“Terima kasih cinta”

Tapi, saat kau menerima kuntum mawar merahku

kau tusuk sebuah jari hariku yang penuh cinta itu

dengan sebuah duri yang melekat di tingkai

mawar yang ku terima dariku kembali

darahku terus mengalir tiada henti

hingga mewarnai mawar ini dengan penuh

warna merah darah

1 komentar:

Anonim mengatakan...

apo iki......................................???????????????????????????????????????????????????????????????????????????

Posting Komentar