
Sekuntum mawar merah
kan kupersembahkan untukmu
dari lubuk hatiku yang paling terdalam
hingga kau kan berkata
“Terima kasih cinta”
Tapi, saat kau menerima kuntum mawar merahku
kau tusuk sebuah jari hariku yang penuh cinta itu
dengan sebuah duri yang melekat di tingkai
mawar yang ku terima dariku kembali
darahku terus mengalir tiada henti
hingga mewarnai mawar ini dengan penuh
warna merah darah


1 komentar:
apo iki......................................???????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Posting Komentar